Thursday, February 25, 2016

Pemanfaatan dan Penggunaan Media


Pemanfaatan dan Penggunaan Media

Dosen Pengampu : Roojil Fadhillah bin Akhmad Lc., M.Pd.I.



Muhammad Azhari (20140820036)
Aqidah Alan Nisa’ (20140820031)
Luqmanur Rizal (20140820006)

Cover



Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Pendidikan Bahasa
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

2016


Kata Pengantar


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan dan Penggunaan Media ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
            Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pemanfaatan dan penggunaan dari berbagai media yang ada. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa 
saran yang membangun.
            Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Yogyakarta, 25 februari 2016 





Penyusun







Daftar Isi





Bab I
Pendahuluan


A.    Latar Belakang

Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode pengajaran dan media pengajaran. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantuk keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Di samping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media  pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.
Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan dan informasi kepada penerima yaitu siswa. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bias berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan  tetapi yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.

B.     Rumusan Masalah


A.    Bagaimana Pemanfaatan Media Pembelajaran ?
B.    Bagaimana
Penggunaan Media Pembelajaran ?

C.     Tujuan

Untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan dan penggunaan media pembelajaran secara efektif dan efisien.

Bab II
Pembahasan


Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.[1]
Program media dibuat dengan rancangan yang sistematis melalui berbagai langkah pengembangan dan melibatkan berbagai tenaga terampil dan ahli, serta menggunakan berbagai jenis peralatan. Dengan cara demikian diharapkan program yang dihasilkan dapat merupakan program media yang efektif. Namun demikian betapa baiknyapun sebuah program media, bila program itu tidak dimanfaatkan dengan baik tentulah tidak akan banyak gunanya.[2]

A.    Pemanfaatan Media

a) Pola Pemanfaatan

1.      Pemanfaatan Media dalam Situasi Kelas
Dalam tatanan ini media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas.

2.      Pemanfaatan Media di luar Situasi Kelas
Pemanfaatan media pembelajaran di luar situasi kelas dapat dibedakan menjadi dua:
a.       Pemanfaatan Secara Bebas
Pemanfaatan media secara bebas berarti media tersebut digunakan tanpa dikontrol atau diawasi dan tidak terprogram sesuai tuntutan kurikulum yang diberikan oleh guru atau sekolah.  Dalam menggunakan media ini mereka tidak dituntut untuk mencapai tingkat pemahaman tertentu. Mereka juga tidak diharapkan untuk memberikan umpan balik kepada siapapun dan juga tidak perlu mengikuti tes atau ujian.
b.      Pemanfaatan Secara Terkontrol
Pemanfaatan secara terkontrol berarti media tersebut digunakan dalam suatu rangkaian kegiatan yang diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan tertentu disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku.

3.      Variasi Pemanfaatan Media
a)      Pemanfaatan Perorangan
Banyak media yang memang dirancang untuk digunakan secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan yang jelas sehingga orang dapat menggunakannya dengan mandiri.
b)      Pemanfaatan Berkelompok
Kelompok itu dapat berupa kelompok kecil dengan anggota 2 s/d 8 orang. Atau berupa kelompok besar yang beranggotakan 9 s/d 40 orang. Keuntungan belajar menggunakan media secara berkelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan yang sedang dipelajari.
Media yang digunakan secara berkelompok harus memenuhi beberapa persyaratan:
1)      Suara yang disajikan oleh media itu harus cukup keras sehingga semua anggota kelompok dapat mendengarnya.
2)      Gambar atau tulisan dalam media itu harus cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anggota kelompok itu.
3)      Perlu ada alat penyaji yang dapat memperkeras suara (amlifier) dan membesarkan gambar (proyektor).
c)      Pemanfaatan Massal
media dapat juga digunakan secara massal. Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan ribuan dapat menggunakan media itu bersama-sama. Media yang dirancang seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti, radio, televisi, atau digunakan dalam ruang yang besar seperti film 35mm. Untuk memudahkan orang yang belajar dengan menggunakan media seperti ini sebaiknya kepada para peserta diberikan bahan tercetak sebelumnya. Bahan tercetak itu setidak-tidaknya harus memuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, garis besar isi, petunjuk tindak lanjut, dan bahan sumber lain yang dapat dipelajari untuk memperdalam pemahaman. Bahan cetak ini diberikan jauh sebelum saat penggunaan medai dilakukan. Dengan demikian para peserta dapat menyiapkan diri dalam mengikuti program media itu.

b) Strategi Pemaanfaatan

1. Persiapan Sebelum Menggunakan Media
Supaya penggunaan media dapat berjalan dengan baik kita perlu membuat persiapan dengan baik pula. Pertama-tama kita pelajari buku petunjuk yang telah disediakan. Kemudian kita ikuti petunjuk-petunjuk itu.
Bila pada petunjuk kita disarankan untuk membaca buku atau bahan belajar lain yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, seyogyanya hal tersebut kita lakukan. Peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu disiapkan sebelumnya.[3]

2. Kegiatan Selama Menggunakan Media
Yang perlu dijaga selama kita menggunakan media ialah suasana ketenangan. Gangguan-gangguan yang dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan. Kalau mungkin ruangan jangan digelapkan sama sekali, supaya kita masih dapat menulis bila kita menjumpai hal-hal penting yang perlu kita ingat-ingat.


3. Kegiatan Tindak Lanjut
Maksud kegiatan tindak lanjut ini ialah untuk menjajagi apakah tujuan telah tercapai dan untuk memantapkan pemahaman terhadap materi instruksional yang disampaikan melalui media bersangkutan.

B.     Penggunaan Media

Salah satu faktor paling penting dalam pengajaran dengan media berbasis manusia ialah rancangan pelajaran yang interaktif. Dengan adanya manusia sebagai pemeran utama dalam proses belajar maka kesempatan interaksi semakin terbuka lebar.
Langkah-langkah rancangan jenis pengajaran ini adalah sebagai berikut:
a. Merumuskan masalah yang relevan.
b. Mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang terkait untuk memecahkan masalah.
c. Ajarkan mengapa pengetahuan itu penting dan bagaimana pengetahuan itu dapat diterapkan untuk pemecahan masalah.
d. Tuntun eksplorasi siwa.
e. Kembangkan masalah dalam konteks yang beragam dengan tahapan tingkat kerumitan.
f. Nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru untuk dipecahkan.[4]

Materi pengajaran berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Teks berbasis cetakan menuntut enam elemen yang perlu diperhatikan pada saat merancang, yaitu konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan penggunaan spasi kosong.
1. Konsistensi
a. Gunakan konsistensi formal dari halaman-halaman. Usahakan agar tidak menggabungkan cetakan huruf dan ukuran huruf.
b. Usahakan untuk konsisten dalam jarak spasi. Jarak antara judul dan baris pertama serta garis samping supaya sama, dan antara judul dan teks utama. Spasi yang tidak sama sering dianggap buruk, tidak rapi dan olehnya itu tidak memerlukan perhatian sungguh-sungguh.
2. Format
a. Jika paragraf panjang sering digunakan, wajah satu kolom lebih sesuai; sebaliknya jika paragraf tulisan pendek-pendek, wajah dua kolom lebih akan sesuai.
b. Isi yang berbeda supaya dipisahkan dan dilabel secara visual.
c. Taktik dan strategi pengajaran yang berbeda sebaiknya dipisahkan dan dilabel secaara visual.
3. Organisasi
a. Upayakan untuk selalu menginformasikan siswa/ pembaca mengenai di mana mereka atau sejauhmana mereka dalam teks itu.
b. Susunlah teks sedemikian rupa sehingga informasi mudah diperoleh.
c. Kotak-kotak dapat digunakan untuk memisahkan bagian-bagian dari teks.
4. Gaya Tarik
Perkenalkan setiap bab atau bagian baru dengan cara yang berbeda. Ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk membaca terus.
5. Ukuran Huruf
a. Ukuran huruf yang baik untuk teks (buku teks atau buku penuntun) adalah 12 poin.
b. Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks karena dapat membuat proses membaca itu sulit.
6. Ruang (Spasi) Kosong
a. Gunakan spasi kosong lowong tak berisi teks atau gambar untuk menambah kontras. Hal ini penting untuk memberikan kesempatan siswa atau pembaca untuk beristirahat pada titik tertentu pada saat maatanya bergerak menyusuri teks.
b. Sesuaikan spasi antar baris untuk meningkatkan tampilan dan tingkat keterbacaan.
c. Tambahkan spasi antar paragraf untuk meningkatkan tingkat keterbacaan.

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermaknadan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.

Bentuk visual bisa berupa:
(a) gambar representasi  seperti gambar, lukisan, atau foto yang menunjukkan bagaimana tampaknya suatu benda.
(b) Diagram yang melukiskan hubungan-hubungan konsep, organisasi, dan struktur isi materi.
(c) Peta yang menunjukkan hubungan-hubungan ruang antara unsur-unsur dalam isi materi.
(d) Grafik seperti tabel, grafik, dan chart (bagan) yang menyajikan gambaran/kecenderungan data atau antar hubungan seperangkat gambar atau angka-angka.

Media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.
Naskah yang menjadi narasi disaring dari isi pelajaran yang kemudian disintesis ke dalam apa yang akan ditunjukkan dan dikatakan. Narasi ini merupakan penuntun bagi tim produksi untuk memikirkan bagaimana video menggambarkan atau visualisasi materi pelajaran.
Berikut adalah beberapa petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi:
a. Tulis singkat, padat, dan sederhana.
b. Tulis seperti menulis judul berita, pendek dan tepat, berirama, mudah diingat.
c. Tulisan tidak harus berupa kalimat yang lengkap. Pikirkan frase yang dapat melengkapi visual atau tuntutan siswa kepada hal-hal yang penting.
d. Hindar istilah teknis, kecuali jika istilah itu diberi batasa atau digambarkan.
e. Tulislah dalam kalimat aktif.
f. Usahakan setiap kalimat tidak lebih dari 15 kata. Diperkirakan setiap kalimat memakan waktu satu tayangan visual kurang lebih 10 detik.
g. Eetelah menulis narasi, baca narasi itu dengan suara keras.
h. Edit dan revisi naskah narasi itu sebagaimana perlunya.

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer-Managed Instruction (CMI). Adapula peran komputer sebagai pembantu tambahan dalam belajar; pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer-Assisted Instruction (CAI). CAI mendukung pengajaran dan pelatihan akan tetapi bukanlah penyampaian utama materi pelajaran. Komputer dapat menyajikan informasi dan tahapan pembelajaran lainnya disampaikan bukan dengan media komputer.
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut:
1. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran.
2. Mengevaluasi siswa (Tes).
3. Mengumpulkan data mengenai siswa
4. Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran.
5. Membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan).



Bab III
Penutup


Kesimpulan

A. Pemanfaatan Media
a) Pola Pemanfaatan
1. Pemanfaatan media dalam situasi kelas
2. Pemanfaatan media di luar situasi kelas
3. Variasi Pemanfaatan Media
b) Strategi Pemanfaatan
1. Persiapan sebelum menggunakan media
2. Kegiatan selama menggunakan media
3. Kegiatan tindak lanjut

B. Penggunaan Media
1. Media Berbasis Manusia
2. Media Berbasis Cetakan
3. Media Berbasis Visual
4. Media Berbasis Audio-Visual
5. Media Berbasis Komputer



DaftarPustaka


Arsyad, A. (2004). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Daryanto. (2013). Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Sadiman, A. S. (1993). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatanya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.


PRAKTEK MEDIA

Nama                                         : Back to nature
Sasaran                                      : Siswa SMP/Mtssederajat
Aspek yang akan dikembangkan           : Al-kalam, istima’
Tema yang dikembangkan         : Mengetahui kosa kata lingkungan sekitar dalam bahasa arab
Alat dan Bahan                        
1.      Rumput
2.      Batu
3.      Akar
4.      Daun
5.      Ranting
Langkah-langkah
1.      Siswa memperhatikan guru yang menjelaskan di depan
2.      Guru menjelaskan kosakata yang berkaitan dengan lingkungan yaitu daun, akar, ranting, rumput, dan batu
3.      Guru menuliskan kosakata tersebut di papan tulis dan menampilkan pada slide
4.      Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok
5.      Setiap kelompok diberikan 6 kosakata yang sudah di potong-potong
6.      Siswa menyusun kosakata tersebut menjadi kosakaa yang utuh
7.      Setelah selesai menyusun, perwakilan setiap kelompok mencari kosakata tersebut di lingkungan luar kelas
8.      Setelah itu salah satu siswa tersebut maju ke depan kelas dan menyebutkan kosakata bahasa arab tersebut.













[1] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, PT. RajaGrafinfo Persada, Jakarta, 2004, hlm 81.
[2] Arief S. Sadiman, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1993, hlm 189.
[3] Arief S. Sadiman, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1993, hlm 198.
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, PT. RajaGrafinfo Persada, Jakarta, 2004, hlm 83-84.

No comments:

Post a Comment

Manis atau Pahit?

Mendengar kalimat yang sama terus menerus menyebalkan bukan?  Atau nasihat yang lebih terdengar seperti kritik tajam untuk diri ini, terasa ...