Sunday, December 25, 2016

Mencintaimu



siapa dirimu?
tak pernah ku berjumpa denganmu
namun cintamu tulus padaku
tak perlu surat untuk mengungkapkan itu
tak perlu bak adegan drama untuk buktikan itu
tapi aku tahu cinta itu tulus



maaf....
mungkin aku masih diam saat engkau dihina
mungkin aku tak peduli ketika ummat mu yang lain dianiaya
patut ku pertanyakan dimana cintaku untuk mu?
saat aku mengaku bahwa aku adalah ummat mu

maafkan karena....
baru kusadari cintamu
baru ku pahami perjuanganmu
baru ku ikuti tauladan yang engkau ajarkan
kecewakah engkau seandainya berjumpa denganku?
aku yang mengabaikanmu begitu lama

waktu terus berlalu
jam demi jam
hari demi hari
tahun demi tahun
kini aku....
Belajar Mencintaimu, lebih dan lebih
perlahan mengagumimu, lagi dan lagi
memahami perjalanan hidupmu

terlambat?
mungkin iya
tapi tak mengapa
aku bahagia bisa mengenal lebih dirimu
aku bahagia bisa mulai meneladani dirimu
aku bahagia menjadi ummat mu

terimakasih atas segala perjuangan dan pengorbanan
sehingga nikmat iman dan islam hadir di hidupku

No comments:

Post a Comment

Manis atau Pahit?

Mendengar kalimat yang sama terus menerus menyebalkan bukan?  Atau nasihat yang lebih terdengar seperti kritik tajam untuk diri ini, terasa ...