Thursday, December 1, 2016

Perkembangan Komunikasi dalam Pendidikan


Cover

Makalah Kuliah Teknologi Pendidikan
Perkembangan Komunikasi dalam Pendidikan

Dosen Pengampu : Roojil Fadhillah bin Akhmad Lc., M.Pd.I.




Adnan Shofa Al Muttaqi                    20140820011
Septiani Nurul Hanifah                       20140820018
Aqidah Alan Nisa’                              20140820031
 

Pendidikan Bahasa Arab
Fakultas Pendidikan Bahasa
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2016




KATA PENGANTAR


            Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkah, rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami, tim penyusun, dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ Teknologi Pendidikan : Perkembangan komunikasi dalam pendidikan ”.
            Dalam penyusunan makalah ini, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: kedua orang tua kami serta Ustadz Roojil Fadhillah bin Akhmad Lc., M.Pd.I. selaku dosen Teknologi Pendidikan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kepahaman dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
            Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
            Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
            Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bantul,     Oktober 2016
Tim Penyusun


Kelompok III              




DAFTAR ISI







BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang

Orang yang masih hidup tidak mungkin akan lepas dari komunikasi walaupun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi.Komunikasi terjadi dalam hampir setiap kegiatan manusia. Untuk lebih tegas dapat dikatakan bahwa banyak kegiatan manusia yang hanya bisa terjadi dengan bantuan komunikasi.
Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain, baik langsung maupun tidak langsung, secara tertulis, lisan maupun bahasa nonverbal.
Komunikasi dalam pendidikan merupakan unsur yang sangat penting kedudukannya . bahkan ia sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang bersangkutan. Orang sering berkata bahwa tinggi rendahnya suatu capaian mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi ini, khususnya komunikasi pendidikan.
Didalam pelaksanaan pendidikan formal (pendidikan melalui sekolah), tampak jelas adanya peran komunikasi yang sangat menonjol. Proses belajar mengajarnya sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik komunikasi yang berlangsung secara intra persona maupun secara antar persona.

B.  Rumusan Masalah

1.      Apa definisi dari komunikasi?
2.      Apa saja bentuk- bentuk komunikasi?
3.      Apa saja faktor-faktor dari perkembangan komunikasi?
4.      Bagaimana perkembangan teknologi komunikasi dalam pendidikan?

C.  Tujuan

1.      Untuk mengetahui definisi dari komunikasi .
2.      Untuk mengetahui bentuk- bentuk komunikasi.
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor dari perkembangan komunikasi.
4.      Untuk mengetahui perkembangan teknologi komunikasi dalam pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Definisi Komunikasi

Definisi Komunikasi ditinjau dari etimologi, Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti ‘sama’. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common).[1] Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another).
Sedangkan Komunikasi secara terminologi mempunyai beberapa definisi, yakni :
1.      Arni Muhammad (2008)
Dalam bukunya mendefinisikan komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun non verbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku.[2]
2.      Brent D. Ruben (1988)
Memberikan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut: komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkordinasi lingkungannya dan orang lain.
Pada definisi ini pun komunikasi juga dikatakan sebagai suatu proses yaitu suatu aktivitas yang mempunyai beberapa tahap yang terpisah satu sama lain tetapi berhubungan.[3]
3.      Hovland, Janis dan Kelly
Mengatakan bahwa komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal.[4]
4.      Louis Forsdale
Mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengancara ini suatu sistem dapat di dirikan, dipelihara, dan di ubah. Pada definisi ini komunikasi juga di pandang sebagai suatu proses. Kata signal maksudnya adalah signal yang berupa verbal dan non verbal yang mempunyai aturan tertentu.[5]



5.      William J. Seller (1988)
Memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat universal. Dia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan non verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti.[6]
6.      Berelson dan Steiner (1964)
Mendefinisikan komunikasi sebagai penyampaian informasi, ide, emosi, keterampilan dan lain-lain melalui penggunaan simbol kata, gambar, angka, grafik dan sebagainya.[7]
7.      Dean Barnlund
Mengungkapkan bahwa komunikasi melukiskan evolusi makna; makna adalah sesuatu yang diciptakan, ditentukan, diberikan, dan bukan sesuatu yang diterima. Jadi, komunikasi bukanlah sesuatu reaksi terhadap sesuatu, bukan pula interaksi dengan sesuatu, melainkan suatu transaksi yang didalamnya orang menciptakan dan member makna agar menyadari tujuan orang tersebut.[8]
8.      Harold Lasswell
Mengungkapkan komunikasi dari lima pertanyaan yaitu Who, Says What, In Which channel, To whom, Whith what effect.[9]
9.      Shacter (1961)
Menulis bahwa komunikasi merupakan mekanisme untuk melaksanakan kekuasaan. Definisi shacter ini menempatkan komunikasi sebagai unsur kontrol sosial atau untuk memengaruhi perilaku, keyakinan, sikap terhadap orang lain.[10]
10.  Charles Horton Cooley
Menempatkan komunikasi pada nilai yang tinggi, suatu mekanisme dalam formasi yang ia sebut the looking glass self yang amat penting. Ini berarti bahwa interaksi dengan orang lain adalah bagaikan sejenis cermin yang membantu pembentukan konsep seseorang. Bagi Cooley, komunikasi berperan sebagai sarana sosialisasi, dan demikian menjadi tali yang mengikat masyarakat. Dasar empiriknya yang utama bagi Cooley datang dari instropeksinya sediri dan dari pengamatannya bagaimana tumbuhnya kedua anaknya yang masih kecil.[11]
11.  Onong Uchyana
Dalam buku Onong Uchyana bahasa komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message), orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator) sedangkan orang yang menerima pernyataan diberi nama komunikan (communicatee). Untuk tegasnya, komunikasi berarti proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan.[12]
12.  George Herbert Mead
Dalam konsep komunikasinya bahwa diri (the self) mulai berkembang pada seorang anak di saat seorang individu belajar memerankan orang lain belajar mengintimidasi peran orang lain, dan mengantisipasi tanggapan mereka terhadap aktivitas seseorang. Keampuhan empatik ini terdapat dalam penggunaan bahasa yang dipelajarinya dalam interaksi sosial dalam kelompok primernya. Jadi interaksionis psikologi sosial mengakui komunikasi sebagai suatu proses manusiawi yang mendasar. Mead menciptakan konsep yang dinamakannya generalized other dengan siapa seseorang belajar berempati. Jadi “Me” yang kiranya dapat diterjemahkan aku terdiri dari segala sikap terhadap orang-orang lain dengan siapa seseorang berinteraksi. “Me” adalah suatu perspektif individual tentang bagaimana orang-orang lain melihat dia.[13]
13.  Nafziger and White (1972)
Mendefinisikan komunikasi adalah suatu perangkat pernyataan yang saling berkaitan, pada abstraksi dengan kadar yang tinggi dan daripadanya proposisi bisa dihasilkan yang dapat diuji secara ilmiah, dan pada landasannya dapat dilakukan prediksi mengenai prilaku.[14]
14.  Robert E. Park
Mendefinisikan komunikasi sebagai proses sosial psikologis dengan mana seseorang mampu menerima sikap dan pandangan orang lain. Konsep komunikasi park menunjukkan bahwa dua orang atau lebih dapat bertukar informasi selama berlangsungnya proses komunikasi, dimana masing-masing memberikan makna yang berbeda pada informasinya yang diterima.[15]
15.  Garbner (1967)
Mengatakan communication dapat di definisikan sebagai social interaction melalui pesan-pesan.[16]
16.  Theodornoson and Theodornoson (1969)
Memberi batasan lingkup communication berupa penyebaran informasi, ide-ide, sikap-sikap, atau emosi dari seorang atau kelompok kepada yang lain (atau lain-lainnya), terutama melalui simbol-simbol.[17]
17.  Gerald R. Miller (1966)
Berpendapat komunikasi pada dasarnya penyampaian pesan yang disengaja dari sumber terhadap penerima dengan tujuan mempengaruhi tingkah laku penerima.[18]
18.  Moor (1993)
Komunikasi adalah penyampaian pengertian antar individu. Dikatakan semua manusia dilandasi kapasitas untuk menyampaikan maksud, hasrat, perasaan, pengetahuan dan pengalaman dari orang yang satu kepada orang yang lain. Pada pokoknya komunikasi adalah pusat minat dan situasi perilaku dimana suatu sumber menyampaikan pesan kepada seorang penerima dengan berupaya mempengaruhi perilaku penerima tersebut.[19]
19.  Mulyana (2002)
Sesuai yang dikemukakan oleh Jhon R. Wenburg dan William W. Wilmot juga Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken, setidaknya ada tiga pemahaman mengenai komunikasi yakni komunikasi sebagai tindakan satu arah, komunikasi sebagai interaksi dan komunikasi sebagai transaksi.[20]
20.  Sendjaja (1994)
Mengatakan bahwa komunikasi sebagai tindakan satu arah yaitu proses dimana pesan di ibaratkan mengalir dari sumber dengan melalui beberapa komponen menunjuk kepada komunikan.[21]
21.  Suwardi (1986)
Mengatakan bahwa komunikasi merupakan suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Dan bahkan komunikasi telah menjadi suatu fenomena bagi terbentuknya suatu masyarakat atau komunitas yang terintegrasi oleh informasi, dimana masing-masing individu dalam masyarakat itu sendiri saling berbagi informasi (Information sharing) untuk mencapai tujuan bersama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampai pesan dan orang yang menerima pesan.[22]
Dan masih banyak pendapat dari pakar lainnya. Disini, kami menyimpukan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan bahasa nonverbal yaitu dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

 

B.  Bentuk – Bentuk Komunikasi

Seperti halnya definisi komunikasi, klasifikasi tipe atau bentuk-bentuk komunikasi dikalangan para pakar juga berbeda satu sama lainnya. klasifikasi itu didasarkan atas sudut pandang masing-masing pakar menurut pengalaman dan bidang studinya.
Tidak begitu mudah menyalahkan suatu klasifikasi tidak benar, karena masing-masing pihak memiliki sumber yang cukup beralasan.
1.      Menurut kelompok sarjana komunikasi Amerika
Kelompok sarjana komunikasi Amerika yang menulis buku human communication (1980) membagi komunikasi atas lima macam tipe, yakni Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication), Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication), Komunikasi Organisasi (Organizational Comminication), Komunikasi Massa (Mass communication), Komunikasi Publik (Public Communication).
2.      Menurut Josep A. Devito
Josep A Devito seorang profesor komunikasi di city university of New York dalam bukunya (1982) membagi komunikasi atas empat macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Kelompok Kecil, Komunikasi Publik, dan Komunikasi Massa.
3.      Menurut R. Wayne Pace dan teman-temannya
Wayne peace dan temanya yang merupakan akademisi dari Brigham Young University dalam bukunya Techniques for Effectife Communication (1979) membagi komunikasi atas tiga tipe, yakni komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antar pribadi serta komunikasi khalayak.
4.      Menurut sarjana komunikasi aliran Eropa
Beberapa sarjana komunikasi aliran Eropa hanya membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi dan Komunikasi Massa. Sedangkan, di Indonesia ada kalangan yang membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Massa dan Komunikasi Sosial.
5.       Menurut pakar Ilmu Komunikasi
Para pakar ilmu komunikasi mengelompokkan pembagian komunikasi dalam bentuk yang bermacam-macam. Sebagaimana telah dipaparkan Dedy Mulyana dalam bukunya berjudul Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar bahwasanya komunikasi dilihat dari peserta komunikasinya terbagi menjadi beberapa bagian, yakni Komunikasi dengan Diri Sendiri, Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Massa, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Kelompok.
Didalam buku Teknologi Pendidikan karya Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd & Dr. Deni Darmawan, S.Pd.,M.Si disebutkan bahwa ada dua bentuk komunikasi yang bisa dijadikan dasar dalam mengembangkan interaksi pembelajaran oleh pendidikan. Diantaranya adalah Casual Dynamic Communication dan Formal Dynamic Interaction.
a.      Casual Dynamic Communication
Casual Dynamic Communication adalah bentuk komunikasi yang dipakai untuk interaksi diantara dua orang yang dilakukan secara santai. Bentuk komunikasi ini mempunyai empat jenis interaksi yang mungkin akan terwujud akibat  generalisasi yang terjadi.
Pertama, kerangka ini menunjukan bahwa begitu banyak interaksi – interaksi yang merupakan sebuah hasil dari pola pada satu kehidupan yang terus menerus. Interaksi ini terjadi dalam berbagai alasan dan keadaan. Kedua, interaksi ini mungkin menjadi interaksi sosial yang merupakan hasil dari dekatnya letak geografis para pelakunya. Ketiga, interaksi sejawat yang biasa dan sederhana dengan ikatan individu yang kuat. Keempat,interaksi ini bisa didefinisikan seperti yang termasuk dalam transaksi nonformal.
Interaksi dalam bentuk komunikasi ini setidaknya dapat mejadi landasan bertindak juga, ketika seorang pendidik akan menjelaskan pengetahuan tertentu dengan menunjukan media atau alat peraga tertentu, maka komunikasi dengan bentuk ini interaksi akan terjadi secara aktif, khususnya akan terjadi pemikiran – pemikiran yang menunjukan upaya pengolahan dan pemahaman pesan oleh audiens terhadap pesan yang tersimpan dalam benda yang dijadikan alat oleh guru untuk menjelaskan pengetahuan yang dimaksud.
b.      Formal Dynamic Interaction.
Formal Dynamic Interaction adalah bentuk komunikasi yang dipakai oleh dua orang dengan tujuan khusus, contohnya wawancara. Terdapat ciri dalam interaksi ini, yaitu, frekuensinya hampir selalu direncanakan sebelumnya dengan strategi luas yang benar dan dikerjakan oleh seorang atau keduanya dari pelaku komunikasi itu sendiri.
Dalam proses pembelajaran, seringnya interaksi ini terpinggirkan hanya sebagai alat untuk mengorek informasi secara kaku. Padahal interaksi ini dapat dijadikan bahan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggali pengetahuan dan informasi secara lebih dalam dari guru atau teman – temannya.
Bentuk komunikasi ini berguna untuk melakukan diagnostik informasi lemah. Dengan memakai bentuk komunikasi ini hasilnya akan lebih sempurna dan kaya akan informasi yang menjadi ganjalan siswa.[23]

 

C.  Faktor – Faktor Perkembangan Komunikasi

            Didalam buku Teknologi Pendidikan karya Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd & Dr. Deni Darmawan, S.Pd.,M.Si dijelaskan faktor-faktor  yang mempengaruhi komunikasi :
1.      Tingkatan perasaan pribadi
Dimana interaksi dirasakan telah menjadi pengaruh komunikasi yang khusus dalam one to one setting , usha terbesar dilakukan untuk menjamin privasi dalam macam – macam negosiasi tertentu seperti dalam pertukaran informasi yang rahasia dan berbagai pengalaman tertentu.
Untuk itu maka ada banyak waktu di mana “privateness” bisa dilakukan tempat – tempat tertentu seperti dirumah dengan menutup pintu rapat – rapat, seorang yang bermobil bersama atau berjalan – jalan di taman berbincang secara sembunyi – sembunyi. Untuk tingkatannya maka perasaan pribadi dapat juga dikaitkan dengan kejiwaan dalam faktor ini. Pertukaran “privateness” ini merupakan keseluruhan dari aspek – aspek psikologi yang perlu diperhatikan yang diantaranya adalah apa dan bagaimana sesuatu yang sifatnya pribadi itu dikomunikasikan dan dengan siapa serta dalam kondisi yang bagaimana hal itu bisa dilakukan.
2.      Fungsi peranan
Setiap individu menjalankan beberapa peran dalam interaksinya dengan orang lain. Hal yang penting dari peran ini yaitu dapat diindikasi dan ditujukan oleh situasi ketegangan dengan label peran yang dikenakannya untuk memberi tanda kepada lawan bicaranya, kita mengerti apa yang harus dilakukan sehubungan dengan label tertentu di mana kita berada pada peran yang kita jalankan.
3.      Perjalanan interaksi sebelumnya
Yang dimaksud dengan “perjalanan interaksi sebelumnya” dalam hal ini yaitu hubungan khusus yang berkembang, seperti pola karakteristik yang dapat kita identifikasi pada diri peserta didik.
Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran khususnya ketika anak mengalami kesulitan belajar dan dituntut adanya bimbingan dan konseling terhadap anak tersebut, maka peran interaksi akan memerankan diri sebagai alat untuk bisa menggali latar belakang kesulitan siswa yang bersangkutan, dengan tanpa dipaksakan untuk mengungkapkannya.
4.      Metode interaksi
5.      Interaksi yang bersifat tatap muka sering diidentifikasikan menjadi kekuatan inti dalam memengaruhi orang, karena membutuhkan perhatian satu sama lain.[24]
Sedangkan, faktor-faktor yang mempercepat perkembangan teknologi komunikasi adalah :
1.      Peningkatan pembangunan, baik pembangunan individu maupun kelompok.
2.      Rasa tidak cepat puas para pengguna teknologi komunikasi, sehingga selalu diperbaharui.
3.      Trend atau lifestyle.
4.      Rasa ingin tahu yang tinggi akan sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain.
5.      Tuntutan pekerjaan.
6.      Tuntutan pendidikan.
7.      Kemudahan yang diperoleh dari penggunaan alat-alat teknologi komunikasi

 

D.  Perkembangan Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan

            Komunikasi dalam pendidikan prosesnya berlangsung secara primer dan sekunder, komunikasi primer yaitu proses penyampaian pikiran dan/atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang seperti bahasa, kias, isyarat, gambar, warna dan lain sebagaimana secara langsung mampu menerjemahkan pikiran dan/atau perasaan komunikator kepada komunikan. Sedangkan komunikasi sekunder skalanya lebih kecil daripada proses komunikasi primer. Karena komunikasi sekunder tersebut masih pada terbatas pada penggunaan media tulis sebagai feedback yang tertunda.
            Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, komunikasi yang berlangsung pada konteks pendidikan pun semakin canggih. Penggunaan komunikasi sekunder yang tadinya hanya memungkinkan feedback tertunda, sekarang dapat menerima umpan balik tersebut secara langsung (interaktif).[25]
            Sekalipun demikian, guru – guru pun harus hati – hati dalam menggunakan teknologi canggih ini karena tidak semua informasi yang tersedia dalam dunia maya tersebut itu baik bagi anak didik.[26]

BAB III
KESIMPULAN


·         Definisi Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan bahasa nonverbal yaitu dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

·         Bentuk – Bentuk Komunikasi

Bentuk-bentuk komunikasi dikalangan para pakar juga berbeda satu sama lainnya. klasifikasi itu didasarkan atas sudut pandang masing-masing pakar menurut pengalaman dan bidang studinya.
a.       Menurut kelompok sarjana komunikasi Amerika
Kelompok sarjana komunikasi Amerika yang menulis buku human communication (1980) membagi komunikasi atas lima macam tipe, yakni Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication), Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication), Komunikasi Organisasi (Organizational Comminication), Komunikasi Massa (Mass communication), Komunikasi Publik (Public Communication).
b.      Menurut Josep A. Devito
Josep A Devito seorang profesor komunikasi di city university of New York dalam bukunya (1982) membagi komunikasi atas empat macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Kelompok Kecil, Komunikasi Publik, dan Komunikasi Massa.
c.       Menurut R. Wayne Pace dan teman-temannya
Wayne peace dan temanya yang merupakan akademisi dari Brigham Young University dalam bukunya Techniques for Effectife Communication (1979) membagi komunikasi atas tiga tipe, yakni komunikasi dengan diri sendiri, komunikasi antar pribadi serta komunikasi khalayak.
d.      Menurut sarjana komunikasi aliran Eropa
Beberapa sarjana komunikasi aliran Eropa hanya membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Antar Pribadi dan Komunikasi Massa. Sedangkan, di Indonesia ada kalangan yang membagi komunikasi menjadi dua macam, yakni Komunikasi Massa dan Komunikasi Sosial.
e.        Menurut pakar Ilmu Komunikasi
Para pakar ilmu komunikasi mengelompokkan pembagian komunikasi dalam bentuk yang bermacam-macam. Sebagaimana telah dipaparkan Dedy Mulyana dalam bukunya berjudul Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar bahwasanya komunikasi dilihat dari peserta komunikasinya terbagi menjadi beberapa bagian, yakni Komunikasi dengan Diri Sendiri, Komunikasi Antar Pribadi, Komunikasi Massa, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Kelompok.
Didalam buku Teknologi Pendidikan karya Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd & Dr. Deni Darmawan, S.Pd.,M.Si disebutkan bahwa ada dua bentuk komunikasi yang bisa dijadikan dasar dalam mengembangkan interaksi pembelajaran oleh pendidikan. Diantaranya adalah Casual Dynamic Communication dan Formal Dynamic Interaction.

·         Faktor – Faktor Perkembangan Komunikasi

            Didalam buku Teknologi Pendidikan karya Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd & Dr. Deni Darmawan, S.Pd.,M.Si dijelaskan faktor-faktor  yang mempengaruhi komunikasi :
1.      Tingkatan perasaan pribadi
2.      Fungsi peranan
3.      Perjalanan interaksi sebelumnya
4.      Metode interaksi
Sedangkan,dalam buku Soekartawi (2003) faktor-faktor yang mempercepat perkembangan teknologi komunikasi adalah :
a.       Peningkatan pembangunan, baik pembangunan individu maupun kelompok.
b.      Rasa tidak cepat puas para pengguna teknologi komunikasi, sehingga selalu diperbaharui.
c.       Trend atau lifestyle.
d.      Rasa ingin tahu yang tinggi akan sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain.
e.       Tuntutan pekerjaan.
f.       Tuntutan pendidikan.
g.      Kemudahan yang diperoleh dari penggunaan alat-alat teknologi komunikasi

·         Perkembangan Teknologi Komunikasi Dalam Pendidikan

            Komunikasi dalam pendidikan prosesnya berlangsung secara primer dan sekunder. Namun dengan perkembangan teknologi saat ini, komunikasi yang berlangsung pada konteks pendidikan pun semakin canggih. Penggunaan komunikasi sekunder yang tadinya hanya memungkinkan feedback tertunda, sekarang dapat menerima umpan balik tersebut secara langsung (interaktif).[27]
            Sekalipun demikian, guru – guru pun harus hati – hati dalam menggunakan teknologi canggih ini karena tidak semua informasi yang tersedia dalam dunia maya tersebut itu baik bagi anak didik.[28]

DAFTAR PUSTAKA



Prof. Dr. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Dr. Ani Muhammad. 2008. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Henry Subiakto dan Rachmah Ida. 2014. Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi. Jakarta: Kencana.
Prof. Onong uchyana E., M.A. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos. M.Si. 2007. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.
H. Syaiful Rohim, M.Si. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Book, Cassandra L. 1980. Human Communication: Principles, Contexts, and Skills. New York : St. Martin’s Press.
Joseph A DeVito. 1982. Communicology: An introduction to the study of communication. New York : Harper & Row; 2nd edition
R.Wayne Pace. 1979. Techniques for Effective Communication. US: Longman Higher Education August.
Soekartawi, 2003. Prinsip dasar E-Learning: Teori dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta. 
Prof. Dr. Ishak Abdulhak, M.Pd & Dr. Deni Darmawan, S.Pd.,M.Si. 2013. Teknologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



[1] Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2007, hlm. 46
[2] Ani Muhammad, Komunikasi Organisasi, Jakarta, Bumi Aksara, 2008, hlm. 4-5
[3] Ibid., hlm. 3
[4] Ibid., hlm. 2
[5] Ani Muhammad, Loc. Cit.
[6] Ibid, hlm. 4
[7] Henry Subiakto dan Rachmah Ida, Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi, Jakarta,  Kencana, 2012, hlm.14
[8] Ibid., hlm. 15
[9] Henry Subiakto dan Rachmah Ida, Loc. Cit.
[10] Ibid., hlm. 14
[11] Onong uchyana, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung, PT. Citra Aditya Bakti, 2003, hlm. 250
[12] Ibid., hlm. 28
[13] Ibid., hlm. 252
[14] Ibid., hlm. 241
[15] Ibid., hlm. 251
[16] M. Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi, Jakarta, Kencana, 2007, hlm. 30-31
[17] Ibid., hlm. 30
[18] H. Syaiful Rohim, Teori Komunikasi, Jakarta, Rineka Cipta, 2009, hlm. 9
[19] Ibid., hlm. 8
[20] H. Syaiful Rohim, Loc. Cit.
[21] H. Syaiful Rohim, Loc. Cit.
[22] Ibid., hlm. 8
[23] Ishak Abdulhak, & Deni Darmawan,Teknologi Pendidikan, bandung,  Rosda. 2013 Hlm. 38-40
[24] Ibid., hlm 34- 36
[25] Ibid., hlm 43
[26] Ibid., hlm 44-45
[27] Ibid., hlm 43
[28] Ibid., hlm 44-45

No comments:

Post a Comment

Manis atau Pahit?

Mendengar kalimat yang sama terus menerus menyebalkan bukan?  Atau nasihat yang lebih terdengar seperti kritik tajam untuk diri ini, terasa ...